Langsung ke isi
Jelajah

Jelajah Taneh Karo

Deleng, danau, lau terjun, kuta adat ras pasar buah — ingan-ingan si mehuli idahi i Taneh Karo, ras petana.

Gunung SibayakFoto: Palma Bernardo Alexius Hutabarat · Wikimedia Commons · CC BY 2.0 — kawah Sibayak dengan Sinabung
Deleng

Gunung Sibayak

📍 Merdeka

Deleng api si gedangna kira-kira 2.212 meter i utara Berastagi. Gelarna i cakap Karo ertina 'raja', janah nangkihsa terbilang si mbue man kalak si denga erlajar nangkih i Sumatera Utara.

Danau Lau KawarFoto: Bangbeni · Wikimedia Commons · CC BY 2.0
Danau

Danau Lau Kawar

📍 Naman Teran

Danau i deleng si luasna kira-kira 200 hektare, i nahe Deleng Sinabung bagian utara. Launa tenang, kerangen i sekelilingna, ras deleng api i pudina; ingan si ikeleng kalak man ercamping.

Air Terjun Sipiso-pisoFoto: Hendypernando · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0
Lau terjun

Air Terjun Sipiso-piso

📍 Merek

Lau terjun si gedangna kira-kira 120 meter, ndabuh i tebing Taneh Karo ku lembah i ujung utara Danau Toba. I ingan ngenen, banci idah lau terjun, Danau Toba, ras Kuta Tongging.

Bukit GundalingFoto: Christian Advs Sltg · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0
Ingan ngenen

Bukit Gundaling

📍 Berastagi

Bukit taman i pinggir Berastagi, kira-kira 1.575 meter. I puncakna idah kota Berastagi ras Deleng Sibayak ras Sinabung i pudina.

Pasar Buah BerastagiFoto: Astari28 · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0
Pangan & pasar

Pasar Buah Berastagi

📍 Berastagi

Pasar i Jalan Gundaling si ndayaken hasil juma Taneh Karo: rimo, markisa, stroberi, pokat, ras sayur si mbaru.

Taman Alam LumbiniFoto: Kenrick · Wikimedia Commons · CC BY-SA 3.0
Ingan ibadah

Taman Alam Lumbini

📍 Dolat Rayat

Kompleks wihara Buddha i nahe Deleng Sibayak ras pagoda emas, tiruan Pagoda Shwedagon i Myanmar; terbuka man wisatawan.

Desa Budaya LinggaFoto: Agus Damanik · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0
Kuta adat

Desa Budaya Lingga

📍 Simpang Empat

Kuta adat Karo i gedang kira-kira 1.200 meter, lit rumah Siwaluh Jabu si umurna lebih i 250 tahun — sada ingan si mehulina ngidah arsitektur ras cara nggeluh kalak Karo.

Desa Budaya DokanFoto: Christian Advs Sltg · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0
Kuta adat

Desa Budaya Dokan

📍 Merek

Kuta i Kec. Merek si denga njaga rumah-rumah adat Karo si umurna lebih i seratus tahun, i dalan Berastagi ku Danau Toba.

Air Panas Semangat Gunung & Lau Sidebuk-debukFoto: Christian Advs Sltg · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0
Lau panas

Air Panas Semangat Gunung & Lau Sidebuk-debuk

📍 Merdeka / Berastagi

Kolam-kolam lau panas belerang i lereng selatan Deleng Sibayak, panasna kira-kira 40–45 °C — ingan erlangi kenca nangkih.

Air Terjun SikulikapFoto: IHLubis · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0
Lau terjun

Air Terjun Sikulikap

📍 Berastagi

Lau terjun si gedangna kira-kira 30–40 meter i lembah kerangen i teruh Penatapan Doulu, i dalan Medan–Berastagi; lit dalan ras redan nuruni.

Bukit KubuFoto: Astari28 · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0
Ingan ngenen

Bukit Kubu

📍 Berastagi

Padang rumput si luasna kira-kira lima hektare i pintun masuk Berastagi, lit hotel si ntua i puncakna — mehuli man piknik ras ermain layang-layang.

Museum Pusaka KaroFoto: Christian Advs Sltg · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0
Museum

Museum Pusaka Karo

📍 Berastagi

Museum i bekas gereja Katolik Santa Maria i tengah kota Berastagi, lit ratusen barang warisen budaya Karo.

TangkahanFoto: tangkahan.com
Alam

Tangkahan

📍 Batang Serangan

Kampung ekowisata di tepi Taman Nasional Gunung Leuser, di pertemuan Sungai Batang Serangan dan Sungai Buluh. Gajah sumatra dimandikan di sungai, ada trekking hutan, river tubing, air terjun dan air panas; orangutan liar juga hidup di sini.

Bukit LawangFoto: Madeleine Holland · Wikimedia Commons · CC BY 2.0
Alam

Bukit Lawang

📍 Bahorok

Desa wisata di tepi Sungai Bahorok, gerbang timur Taman Nasional Gunung Leuser. Pusat rehabilitasi orangutan didirikan di sini pada 1973; sekarang orangutan semi-liar dan liar bisa dilihat dalam trekking berpemandu.

Lau panas

Air Panas Simolap

📍 Kutambaru

Sumber air panas di Desa Kaperas, Kecamatan Kutambaru, di hulu Langkat yang berbatasan dengan Taneh Karo. Tercatat sebagai potensi wisata Langkat bersama Gua dan Air Terjun Marike.

Air Terjun Dua WarnaFoto: Sophia Guevara · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0
Lau terjun

Air Terjun Dua Warna

📍 Sibolangit

Air terjun di hutan Sibolangit dengan dua jatuhan: yang pertama sekitar 50 m berair hijau kebiruan, yang kedua sekitar 20 m berair jernih. Warnanya berasal dari mineral seperti belerang, jadi airnya tidak untuk diminum.

Taman Wisata Alam SibolangitFoto: Restu Berkat Gea · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0 — daun Amorphophallus titanum
Alam

Taman Wisata Alam Sibolangit

📍 Sibolangit

Hutan di tepi jalan Medan–Berastagi yang didirikan pada 1914 sebagai Kebun Raya Sibolangit, cabang Kebun Raya Bogor. Sejak 1980 sebagian menjadi Taman Wisata Alam; di sini tumbuh bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum).

Alam

Bumi Perkemahan Pramuka Sibolangit

📍 Sibolangit

Bumi perkemahan Pramuka di kaki hutan Sibolangit, tempat Jambore Nasional II pada Juli 1977. Dari sini juga berangkat trekking ke Air Terjun Dua Warna.

Danau LintingFoto: Sophia Guevara · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0
Danau

Danau Linting

📍 Sinembah Tanjung Muda Hulu

Danau kecil berair hijau toska yang terbentuk dari aktivitas hidrotermal. Karena mengandung belerang, airnya hangat, sekitar 30 °C. Daerah sekitarnya dihuni orang Karo dan Simalungun.

Ingan ngenen

Rumah Ladang Pamah Semelir

📍 Sei Bingai

Tempat rekreasi dengan rumah-rumah bambu dan titian di antara pepohonan di Dusun Pamah Semelir, Desa Telagah, di kaki Bukit Barisan. Ada tempat bersantai, spot foto, kolam, dan pengunjung bisa menginap.

Alam

Kolam Abadi Pelaruga

📍 Sei Bingai

Pemandian alam berupa kolam-kolam berair jernih dari mata air, dikelilingi bebatuan, di Jalan Telagah dekat Rumah Galuh dan Air Terjun Teroh-teroh.

Alam

Pemandian Sikabung-kabung

📍 Sibolangit

Pemandian alam berbatu dengan air mata air yang jernih dan segar di Ujung Deleng, Sibolangit; cocok untuk bersantai dan berkemah.